Saturday, September 9, 2017

Sapi Kurban yang ditangisi

Haaaaalllllooooooooo teman-teman....
gimana nih kabar kalian sekarang?
kira-kira masih ada gak ya yang mau mampir ke blog ini? setelah sekian lama gue gak update lagi.
kalau sebelumnya blog gue ini udah sampai ada sarang laba-laba dipojokan. sekarang berubah, malah ada pengemis yang mangkal di pojok bawah blog gue.
hadeeeehhhh,,,
ternyata kalau udah kerja gini, malah susah ya untuk bebas berselancar di internet. bahkan sekedar untuk cek facebook aja gue sampai seminggu sekali.
sibuk kerja itu gak enak. serius dah!

btw, Selamat Idul Adha ya bagi yang muslim.
ngomongin soal idul adha, gue jadi inget kejadian absurd waktu gue kelas satu SMP dulu.
jadi ceritanya gini. gue kan sekolah di Madrasah Tsanawiyah alias MTs. nahhh jadi kalau Hari besar Islam gitu selalu dirayain.
nahhh kebetulan waktu itu adalah Idul Adha. jadi otomatis bakalan ada Kurban di sekolah.
nahhh karena diadakan maka datanglah beberapa Sapi yang bakalan dikurbankan.
dan kebetulan salah satu sapi ditempatkan tepat dipohon yang ada didepan kelas gue.
Pihak sekolah menghimbau, jika ada hewan kurban tepat didepan kelas, maka kewajiban kelas itu untuk mengurusinya sampai proses kurban dilaksanakan.
nahh kebetulan kelas gue kan termasuk, maka kebijakan kelas pun diberlakukan.
para anak ceweklah yang ngurus dan memanjakan sapi tersebut.
setiap hari di elus-elus dan bahkan disuapi rumput enak.
sedangkan anak cowok malah nyantai dikelas.
yaaaa lagian buat apa banyak tangan dalam merawat sementara hewan kurban ini.


saat itu yang paling bersemangat adalah Latifah dan Cinca (cerita mereka ada disalah satu postingan di blog ini)
itu sapi selalu di elus-elus. bahkan diperlakukan layaknya manusia. busssyyyeeettt,,, beruntung banget tuh sapi. gue juga mau di elus gitu juga.
dan kalau gak salah mereka juga menamai sapi tersbut, tapi gue lupa namanya.
mereka terus merawat sapi tersebut sampai tiba di hari pemotongan kurban.

saat itu, anak cewek dikelas yang bersusah payah merawat tuh sapi merasa cemas.
cemas kalau sapi yang mereka rawat ini bakalan di kurbankan. (disitulah kepolosan mulai terlihat, ya namanya juga hewan kurban, ya pasti di kurban lah.
tapi mereka seolah yakin bahwa sapi tersebut tidak akan di kurbankan, kebego-an yang polos)
nahh, suasanya waktu itu sangat menegangkan, bahkan kalau bisa ditambahkan SoundFX kayak Drama India gitu. biar lebih cetar tak terkalahkan.

para anak cewek terus berdekatan disapi tersebut. mereka seolah membuat formasi barisan yang melingkari sapi tersebut.
 kayak di bentengin gitu biar gak ada yang bisa ngambil tuh sapi.
(btw, di badan tuh sapi ada nomernya, kalau gak salah waktu itu nomer 6.)

dan tibalah acara kurban.
saat acara dimulai para anak cewek kelas gue yang membuat barisan melingkari sapi tersebut, tiba-tiba saling berpengangan tangan.
kebayang gak itu feelsnya kayak apa. itu kayak seolah-olah mereka berdoa kepada tuhan agar pengurbanan ke sapi ini terhenti dan si sapi selamat dari kurban dan mereka senang terus hidup bahagia selamanya. (udah kayak cerita disney aja)
tapi bener, mereka bahkan memejamkan mata. beneran kayak berdoa lho.

Guru (G) : "oke, untuk hewan kurban pertama, sapi nomer 1 atas nama......" (nyebutin nama satu persatu)
Para anak cewek (PAC) : "alhamdulillah, bukan sapi kita" (mereka sampai-sampai mengakui kalau sapi itu milik mereka, busyeettt)

G :"selanjutnya, nomer 2" (nyebutin nama lagi)
PAC :"yesss,, bukan sapi kita lagi" (mereka seolah yakin kalau sapi itu gak bakalan di panggil, ya namanya sesuai urutan, ya pasti bakalan dipanggil nanti lah)
G :"Selanjutnya nomer 6" (si guru nyebutinnya nge-lompatin nomer yang lain)
PAC :"haaa??? itu..itu... itu sapi kita, gimana nih??? kita hapus aja nomernya? ide bagus kan! gimana niihh???" (para anak cewek cemas, dan kayak ada bencana besar menimpa mereka gitu)

salah satu anak cewek komen, "lhaa kok habis dua, enam sih?" si guru ngebales "ya,, namanya sapi dulu yang dikurbankan, baru kambing. nomer 4,5 dan seterusnya kan itu hewan kurbannya kambing"
PAC 1 :"weeee,,, gimana nihh,, aku gak mau pisah dari sapi ini...."
PAC 2 :"aku juga.... aku udah capek-capek ngerawatnya ehhh dia harus pergi secepat ini, kenapa hidup ini tidak adil" (lalu ada angin topan dan petir yang menggelegar datang)

Busssyyyeeettt,,, mereka baper beneran. seolah kehilangan hal yang paling berharga men.
dan tiba-tiba,
Latifah :"yaudah, mau gimana lagi kita ikhlasin aja lah, lagian dia juga dikurbankan, berarti dia hewan yang suci" (yaaassss... latifah tampak dewasa dan tegar, padahal yang gue tau dia yang paling berusaha merawat, tapi dia kagak nangis men, salut lah)
Cinca :"iya tif... udahlah weee" (cinca juga tampak dewasa....)

dan akhirnya para anak cewek melepaskan formasi benteng suci (beneran kayak cerita disney) mereka dan membiarkan si sapi di giring sama guru yang merupakan panitia kurban.
btw, saat tuh sapi di giring, si sapi ngeliatin kelas dan para anak cewek. seolah tuh sapi ingin bilang "terimakasih udah ngasih gue makan dan ngerawat gue, dan btw elusan lu enak lho"
tapi beneran deh men, gue salut sama latifah dan cinca. mereka kayak paling tegar di antara semua anak cewek.

setelah tuh sapi di panggil, lanjutlah ke bagian proses penyembelihan.
dan ketika itu juga, latifah dan cinca perlahan balik ke dalam kelas sambil berpegang tangan.
mereka berjalan pelan sambil menundukkan kepala.
gue biarin aja lah, mungkin kecapekan kali.
tapi gue mau mastiin mereka. dan saat gue masuk kedalam kelas. Latifah dan juga Cinca duduk dimeja mereka, menghandap dinding dan ternyata mereka nangis...
nangis yang sampai terhisak gitu..

latifah : "sedih yaaa... *hiks* capek lho diginiin terus. *hiks* huhuhuhuhhu
cinca : "kasihan lho sapi nya,, dia pasti nangis *hiks* nanti siapa yang ngasih dia makan, terus siapa yang ngelus kepalanya *hiks*, ya gak ada lah pasti. soalnya dia udah jadi daging rendang nantinya *hiks**hiks*Hiks*"
Latifah : *huhuhuhuhuh* aku gak mau dia digituin cinca,,, aku gamau lah makan daging sapi nanti, takut kalau ternyata dia yang kumakan. gak tega aku"
cinca : *huhuhuhhhuh* i...i...iyaaa... *hiks**hiks**hiks*

eeeehhhhhhhhhhh daaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhh,,,,,,,,, gue kira yang paling tegar mereka.. ternyata mereka juga yang paling cengeng. mereka yang nangisnya paling terseduh-seduh.
mengetahui keadaan latifah dan cinca. para anak cewek yang lain masuk kedalam kelas dan berusaha nenangkan mereka. tapi...tapi.. tapi...
mereka semua, para anak cewek malah nangis berjamaah. bahkan mereka membentuk lingkaran gitu di meja dalam kelas, saling merangkul dan nangis berjamaah....

hadeeeeeeeeehhhhhhhhh,,,,,,

kalau kenangan Idul Adha lo gimana? ada yang pernah ngalamin hal absurd kayak gue gak?
ahahhahaha,,,
tapi beneran deh men.,, ngeliat perjuangan anak cewek dari kelas gue itu berarti banget. mereka bahkan berpura-pura tegar didepan hal yang mereka benci dan sulit untuk dilepaskan.
tapi ya namanya juga cewek. akhirnya ya juga gabisa nahan tangis yang berat.

pesan moral = jangan terlalu baper sama sapi yang menunjukkan kepolosannya didepan lo

ohya,,, btw, gimana seminggu ini? menu apa yang ada dirumah lo?
biar gue tebak, pasti ada rendangnya! atau dendeng sapi! ahahahhaha....

dan ini pesan gue untuk anak kos. "Nikmatilah Daging Kurban yang kamu dapat, sesungguhnya, kamu akan jarang mendapatkannya setelah habis lebaran ini, kecuali jika kamu datang ke kondangan. terutama kondangan MANTAN"

0 komentar:

Post a Comment

 

GolilaUnyu.Cerita.Gue Copyright © 2014 -- Template created by O Pregador