Wednesday, January 18, 2017

Penolakan Cinta ini....

Kalau nangis saat patah hati... itu bukan berarti Patah Hati terhebat lo... Patah Hati terhebat adalah disaat lo bener-bener sakit dan gak mampu buat ngelakuin apapun tapi lo justru hanya mengirup nafas dalam-dalam dan berkata "okay"
Hari ini (tgl 17 Januari 2017) adalah hari yang gak akan pernah gue lupakan.
disaat semua praduga dan perkiraan gue beneran terjadi.
PATAH HATI MENJADI LANGGANAN BUAT GUE. DAN HARI INI DIA DATANG. PATAH HATI YANG MENURUT GUE KALI INI BENERAN PATAH HATI TERHEBAT GUE.

jadi, sebelum hari ini gue iudah sempat pernah nyinggung masalah perasaan gue ke gita. dan dia bilang kalau semua praduga itu salah. dan gue beneran yakin... gue yakin apa yang dikatakan gita itu benar dan semua praduga gue salah.
tapi.....
tepat di hari ini, entah kenapa... dengan jawaban dia sebelumnya mengenai kesalahpahaman gue itu.. gue kurang fix puas...

Hari ini, saat gue mau Rapat OSIS dengan kelas. tiba-tiba gita yang ada didepan kelasnya manggil gue. dan dia bilang "ar.. kau pulang nanti kesini dulu ya... ada yang mau aku omongin"
jujur... gue dek-dek-kan...
serasa.... bakalan ada sesuatu yang gue rasa gak enak.
jadi gue hanya bilang "ouuhhh,, oke... entar tunggu aja... kayaknya rapat ku agak lama... "
lalu gue pergi ninggalin gita dan langsung menuju Aula Sekolah.

Saat Rapat Selesai.
gue langsung cabut ke kelas gita... dan dia masih disana sama teman-temannya...
gue hanya bilang "Gitt.... Tunggu bentar yaa... aku ngambil tas dulu... tas-ku masih di Lab"
gita balas "bentar aja yak.... bentar aja".
"bentar... tunggu dulu disana... aku ngambel tas bentar aja" kata gue.

setelah ngambil tas... gue pergi ke kelasnya...
dan lihat kelasnya itu sepi.... gue kira dia udah pulang... ehhh ternyata masih ada di tempat duduknya yang lagi mainin hape barunya.
gue dek-dek-kan... entah kenapa perasaan tadi terusan datang gitu...

 lantas gue mulai percakapan "eehhh ada apa git?"
"gini.... jadi aku,, kau tau kan aku mau dimasokkan ke kerjaan yang komputer-komputer itu?"
"haa.... terus"
"aku kan baru dibelikan laptop sama abangku.. jadi ku disuruh pelajari... kau kan jago masalah komputer gitu...  kau bisa kan ajari aku?"
"ouuuhhh itu,, bisa..bisa...."
"nahhh,, kalo aku bawak laptopnya kesekolah kan berat kali... jadi, gimana kalo kau datang kerumahku"
"bisa sih... sekarang? kalo enggak hari-hari kamis gitu....."
"ehhhm," gita cuma berdehem.
"ehhh,, kau kamis ada acara?" tanya gue.
"belom tau kenapa?" jawab gita.. dan dia sibuk sendiri dengan hapenya...
"gapapa,,, nonton yookk..."
"mau nonton apa...??" tanya gita
"adalah..... mau gak?" ajak gue.
"gatau lah yak.." kata gita, lalu suaranya perlahan mengecil dan berkata "aku gak dikasih mamakku"
"haaaa????" gue heran...

dan percakapan kami terus berlanjut tentang masalah gita yang mau belajar sama nonton.
sampai pada saat gue mulai ngungkit masalah persoalan yang sebelumnya.
"git... soal yang semalam... aku kurang puas sama jawabanmu.." kata gue.
"iissshhh kan dah kubilang... aku malas lho ngulangin..."
"iisshh,,, plisss... aku kan cuma minta tanggapanmu mengenai Postingan Blogku yang udah kau baca itu..." gue sedikit memohon.
"kan dah kubilang... kau salah.. dan lagian ada satu hal yang gak akan mau kubilang samamu" kata gita.
"emang apa? apa yang gak mau kau bilang?"
"adalah...." kata gita.
"isssshhh,, tinggal ngasih tau aja kok susah...." kata gue..
"yaiyalah.. itu aib ku..."
"hhmmm,, ada hubungannya denganku?" tanya gue.
"adalah..."
"lhaa... yaudah kasih tau lah,, kan lagian ada hubungannya denganku" kata gue.
"aib ku lho... mana bisa kubilang..." kata gta.

dan percakapan itu berlanjut saat gue mulai menambah percakapan kedua.
"git... aku mau nanyak... kali ini harus bisa kau jawab yaa...." tanya gue.
"kalo aku gabisa jawab gimana?" kata gita.
"gak mungkin kau gak bisa jawab. kan perkataan mu juganya ini"
"hmmmm..." gita berdehem.
"kau tau kan... aku suka samamu,,, nahh... tanggapanmu ke aku itu gimana? kali ini aku butuh jawabannya." gue bertanya dengan nada yang pelan dan sambil memegang headset gita yang ada di meja tempat kami mengobrol. tangan gue masih sibuk memilin headsetnya ke jari gue sendiri.

ada hening yang lama....
"nanti kau sakit hati lho..." kata gita..
disaat dia bilang gitu... gue tiba-tiba ngedrop gitu... firasat gue mengatakan akan buruk hasilnya...
tapi gue bilang "yaa... lebih menyakitkan kalo aku tau sendiri... mendingan tau dari orangnya langsung biar kelar... biar aku gak terus-terusan berharap samamu..."
"hhhmmmmm" gita berdehem cukup lama lalu "Kau Jangan Terlalu Berharap"
gue downnn......... jari gue yang tadinya megang headset gita langsung gemetaran....
wajah gue langsung berubah... dari senyum jadi hilang....
dan gue cuma bilang "oouuuhhhmmmmm"
"iyaa... kau seharusnya jangan terlalu berharap kali. semua itu" jawab gita
dan lagi-lagi gue cuma bilang "ooouuuhhhmmm..."
tapi men.... hati gue gak hanya bilang Ouuhhmmm,,, ENGGAK... Gue sakit men... DISAKITI... HATI GUE LAGI TERBAKAR... KENAK DISASTER YANG CUKUP PARAH. IBARAT GEMPA UDAH 50 SR. UDAH MENYEBABKAN BUMI HANCUR.
"tuhh kan... sakit kau kan.... dah kubilang...." kata gita.
"yaaahh.... yang penting kan aku udah tau...."
"iya sih,,, dulu aku pernah suka samamu...." kata gita...
"hhmmm,,, yaaa.... sekarang"
gita menggeleng kepala dan berkata "enggak..."
BBBBBOOOOOOOOOOOOOOOOOOMMMMMMMMMMMMMMMBBBBBBBBBBBB.........
GEMPA DI HATI GUE UDAH GANTI JADI BERKEKUATAN 100 SR.

dan sekarang terjadi lagi, gue juga gabisa menghindari

beneran udah gabisa berkata apa-apa... gue hanya diam,,
dan tangan gue masih gemetaran... senyum gue udah hilang dan kalau gita tau... gue sempet nutupin wajah gue dengan laptop yang gue bawak.. itu karena seberkas kekecewaan udah stay terus... wajah yang menerima penolakan serius...

tapi,, gue mengambil nafas... dan kembali berkata
"Kenapa sih??? alasannya apa? apa sih git"
"tuhh laahhh kaaannn.... kau lahhh...." balas gita
"iiihhh... kan semua itu harus ada alasannya" paksa gue...
"hhmmmm..." gita kembali berdehem. lalu "aku gak dikasih pacaran sama mamakku,,, kau tau kenapa abangku ngasih laptop sama hape ini? supaya aku bisa belajar terus kerja sesuai yang dimau"
gue gak percaya.. entah kenapa alasan itu... udah asing banget sama gue... alasan yang emang udah familiar gitu....

gue diem....
suasana kelas hening, sementara gita masih sibuk sesekali mainin hapenya...
gue masih dengan muka yang sengaja gue tutupin dengan laptop berusaha mencari penjelesanan tersendiri.
tapi,,, buat apa lagi? gita udah ngomong langsung dari mulutnya... dan kayaknya emang udah fix.
dia gak akan pernah sama gue...
She never be with me...

gue kembali menarik nafas dalam-dalam...
dan berkata "hhhmmmm,,, pasti alasannya bukan cuma itu aja kan?! yang kau bilang ada hubungan ama ku itu... ceritakan lah kan ada aku" kata gue sedikit maksa..
"iiiissshhhh,,, heboh kali ah... kepo yaa... dah kubilang kan aib aku lho" jawab gita.
suasana lagi-lagi hening...

jari gue yang gemetaran sedari tadi sudah kembali normal...
perasaan gue yang sama sekali udah sakit banget serasa mati... mati rasa... gak bisa ngerasain apa-apa.

gue angkat biacara lagi "jadi,,, sekarang kau udah enggak ngerasain hal yang sama.. kenapa?"
gue berasa ngomong sendiri karena dari awal pembicaraan gita masih sibuk memegang hapenya.
"yaaaaa.... di tolak lagi,,, berarti kau masuk kedalam 19 list penolakan ku" kata gue.
"kan aku gak ada bilang kalo aku nolak kau" kata gita..
"ya... tapi dengan kata-katamu tadi,, yang masalah kau gak ada rasa lagi, mamakmu yang gak ngasih pacaran, yang apalah.. kan itu udah jelas penolakan"
"kau kenapa bisa suka sama ku?" tanya gita.
gue diam sejenak..
"seandainya aku tau,,, aku aja masih nyarik... kenapa aku bisa suka samamu... gak ada alasan yang spesial, tapi emang udah pilihan aku dan aku harus buat itu" gue berkata udah layaknya donald trump putus cinta.
gue mengambil nafas "jadi, apa alasannya kenapa bisa enggak ada rasa lagi?" tanya gue.
gita diam... suasana dikelas hening....
namun suasana pecah karena beberapa teman gita datang....
dan disaat itu,, gue langsung berdiri dari tempat (dimana gue berhadap-hadapan dengan gita) dan menghampiri mulkan.
kalau gita perhatikan saat bangkit aku sempat sedikit gemetar...
gak tau karena apa.... mungkin emang efek dari penolakan yang luar biasa ini...

firasat gue dari awal tadi beneran terjadi....
ada sesuatu yang buruk tengah melanda...


jujur untuk nulis closing postingan ini gue masih terasa sakit...
sekarang gue lagi dikamar, depan laptop sambil berbaring. sesekali mandangi wallpaper Blackberry gue yang masih terpampang foto gita yang lagi senyum.
senyum yang dulunya gue kira khusus buat gue aja.
senyum yang buat gue yakin untuk tetap bertahan mencintainya
senyum yang buat gue mengalami momen-momen bersamanya...

entah gue yang alay, tapi... beneran itu yang gue rasakan.
cinta yang beda... perjuangan yang beda....dan penolakan yang tentu saja berbeda.... dan sakit hati yang jauh berbeda....

entah apa yang gue rasakan sekarang... sakit hati yang benar-benar sakit.. tapi sama sekali berbeda dengan sebelumnya.
lebih sakit... lebih buat hati gue bergetar.. bahkan tubuh gue sempat drop-down setelah mendengar kata-kata darimu
aku gak tau... apa yang salah...
fisik? haha, tentunya... mungkin salah satunya itu...
memang sih, semua orang pengen yang terbaik... tapi... bisa gak ngelihat 1 senti ajaa....
penolakan ini... penolakan yang mungkin gak akan kulupakan...
gimana rasanya berharap... tapi... itu hanya sia-sia.... perjuangan yang sama sekali gak ada artinya...

hati itu ibarat seperti gedung besar yang menjulang tinggi ke angkasa...
dan seketika gedung itu roboh dilanda gempa dahsyat. roboh dalam kedipan mata..
tentunya,, susah untuk membangun kembali gedung itu persis seperti semula dan yang parahnya,, sudah terkena gempa, malah terjadi kebakaran kembali didasar gedung.
sungguh tak akan bisa di perbaiki.
itu yang kini gue rasakan.

sahabat gue yang tau tentang masalah ini mencoba menengangkan.
dia berkata "udah lah, pindah ke lain hati aja"

gak semudah itu....
dan sekali lagi, gedung yang udah roboh tadi, gak akan bisa dibangun dengan bentuk dan ukuran yang sama. dan juga pastinya butuh waktu yang sangat-sangat lama mungkin.
dan keadaan itu lah diri gue sekarang.

Patah Hati terhebat yang gue rasakan...
hanya bisa menghirup nafas dalam-dalam dan bilang "okay, i'm fine" tapi nyatanya ENGGAK.

gue akhirnya bertanya ke salah satu teman gue yang cewek.
"kenapa sih... perempuan kalau misalnya nolak cowok, alasannya itu selalu sama... kayak udah jadi nilai rata-rata rapot.
alasannya kalo gak dikasih orang tua, fokus belajar,gak mau pacaran dulu, gak mau nyakitin hati temen, terlalu baik, bahkan sampek alasan kalo dia suka cowok yang cuek? kan gak enak gitu, kenapa sih?"
"itu semua intinya dia sebenarnya emang dari awal gak pernah suka samamu... dan alasan itu cuma sebagai penolakan halus dari cewek"


gue diam.

3 comments:

  1. sabaar dedek...akan ada cewek yang nyantol nanti pada waktunya hehehe..cemungud

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya kak... banyak yang bakalan nyantol karena aku banyak ngutang ama tuh cewek *ngenessss*

      Delete
  2. Waahhh ditolak yah??? Hihihi, sabar aja mungkin belum waktunya buat pacaran, raih prestasi aja dulu di sekolah, cewek-cewek nanti nyantol kok dengan sendirinya.

    ReplyDelete

 

GolilaUnyu.Cerita.Gue Copyright © 2014 -- Template created by O Pregador