Sunday, July 3, 2016

Baju Lebaran Ooohh Baju Lebaran

Halo semuaaa.....
lebaran udah didepan mata. *bukan kayak jodoh, terus-terus didepan mata tapi gak pernah mampir*
puasa kalian gimana? lancar? Lancar gak buka diam-diamnya?
ahahahhaha...

ada satu pengalaman yang lagi-lagi terulang setiap tahun.
dan hal ini selalu terjadi menjelang lebaran gini.
masalahnya adalah BAJU LEBARAN.

Baju lebaran gak muat
 

hadeeeehhhh,,, mungkin udah ketebak kali yeee....
jadi tepat beberapa hari lalu, setelah buka puasa ayahku ngajakin aku untuk pergi kesebuah toko fashion dekat rumah.
ayahku udah nyiapi beberapa jumlah uang untuk beli baju lebaran ku.
"bang.... udah kenyang buka puasanya? cepat ganti pakaian sana, kita pigi ke mode fashion" kata ayahku.
"mau ngapain kesana ya?"
"mau ngemis, yaa... mau beli kan baju lebaran kau lah" kata ayahku.
"ouhhh yaya, bentar ari ganti baju dulu"

dan dengan kecepat melebihi terbangnya super saiyant, aku berganti baju. dengan dandanan kayak dakocan mau pergi kondangan.
"udah ayoklah pigi kita" kataku.

dan setelah itu kami pergi ke toko tersebut.
tokonya gak jauh kok dari rumah, sekitar 10 menit dari rumah.
sampainya ditoko, kami berdua disambut dengan mba-mba cantik dan abang-abang homo.
sumpaaahhhh kalau abang-abang di toko fashion banyak yang belok yaaahh... *alias mereng alias benci alias bencong alias waria alias ntahlah gatau aku*

pertama kali menjejakan kaki seperti ada angin yang menghempas wajah aku dan ayahku. dan banyak daun-daun berterbangan. *ini toko atau hutan*
perlahan ada suara halus nan lembut menghampiri dari belakang kami.
seraya berkata "pak.. mau beli apa pak?". lembut banget, ehhh pas liat kebelakang ternyata itu abang-abang homo tadi. lidanya udah keluar kayak herder.
"ouuhhh iya mba, eehhh mas maksudnya... ini saya nyari baju lebaran untuk anak saya" kata ayahku.
lalu sang abang-abang homo merhatiin aku. sumpaaahhh tatapannya tajam dan seperti dipenuhi hawa nafsu. seperti dia ingin mengatakan "dek sama abang aja". tapii itu gak bakalan terjadi.
abang itu bilang "ouuhh bentar ya pak, saya cariin... ngomong-ngomong celananya ukuran berapa dan bajunya gimana? bapak sini ikut saya".
yang mau beli itu aku bukan ayahku... kenapa ayahku yang ikut.
"ari... ayok sini abang pilih aja baju abang, tapi ingat badan juga" kata ayahku. sumpah nyesek..!!!
entah kenapa toko ini mau memperkerjakan abang-abang belok gini. kurasa pemiliknya juga belok. atau belok semua....

aku duduk disalah satu kursi yang ada disela-sela lorong pakaian itu.
dan sambil ngeliatin abang-abang homo tadi *mampus... ku rasa udah mulai suka aku sama abang itu, ehhh jancuk enggak lah*
abang itu memakai baju batik dan celana jins ketat, sampai saat dia jongkok aku bisa lihat boxernya. gawat.... dandanan homo bener.

selang beberapa menit.
"ini pak celananya... nomor 42 tadi kan! dicoba dulu yaaa adiikk" kata abang tadi dengan lembut.
"iya QaqHa... Ma'aciheewww eaaaa" aku mulai ikutan alay dan homo.

aku pergi ke ruang ganti yang didalamnya ada kaca yang bisa memperlihatkan satu badan utuh kita.
dan aku menyadari.... "How Fat i am" jancuk.
aku mencoba celana tadi dan dengan satu gerakan untuk mengancingkan... ternyata muat... yassss...!!!!
akhirnya dalam satu kali pencarian langsung dapat celana yang pas untukku. soalnya tahun lalu saat beli di mall, ibuku dan aku harus melewati 8 toko untuk nyari satu buah celana doang.
setelah mencobanya aku keluar dengan rasa percaya diri. seperti baru aja ngeluarin taik yang besar dan lega setelahnya.
dan aku mendatangi ayahku yang mengobrol dengan abang-abang homo tadi. *gawat sepertinya ayahku terserang homo sama abang itu.*
"muat kok yah... yang ini aja lah" kataku.
"yaudah, ini bajunya dipakek dulu" kata ayahku.
dan aku mencobanya tanpa harus di ruang ganti. dan bajunya juga muat. Yasssss...!!!! mukaku udah senang karena udah ada sepasang baju lebaran.
"ini juga udah muat, yaudah ini aja" kataku.
"yaudah,, ini mas tolong dibungkus..!!"kata ayahku.
"iya pak,, ayoo ke kasir" kata abang-abang homo tadi.

kami segera ke kasir untuk membayar.
"ohya yah... baru sepasang baju lebaran, bukannya biasanya tiga ya?" kataku.
"iya, nanti dua lagi sama ibumu aja belinya... ayah kurang tau selera"
"ouuhhh iya juga."
setelah membayar kami lanjut pergi dan balik ke rumah.
tapi sebelum itu abang-abang homo tadi mengatakan sesuatu "dadaaaa paakkk,,, datang kesini lagi ya.. ajak anaknya, pasti banyak anak tuh kan... adik gendut kalo dah besar sama abang ya"
"iya bang.... i love you" kataku... ehhhh enggaklah.
jancuk tuh abang homo, malah bilangin ayahku banyak anak plus godain aku. wwaaahhh.... beneran belok tuh orang.
dan saat kaki melangkah keluar, ada angin menghempaskan dan wangi surga dari kebebasan abang-abang homo.

aku dan ayahku bergegas pulang.
dan sesampainya dirumah... aku kebayang sama abang-abang homo tadi.
jancuk... malah mikirin abang-abang tadi... dahhh ahhh mendingan tidur supaya gak telat sahur besok.
Share:

5 comments:

  1. Gaboleh asal judge bro, ini based on true semua atau ada sedikit yg fiktif??

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalo yang abang abang homo alias banci dan apa yang dia lakukan itu asli. based on true story

      Delete